Jakarta – Sutradara lalu animator film Jumbo, Ryan Ardiandhy, memohonkan pemerintahan Indonesia meningkatkan kecepatan internet di Tanah Air. Sebab, menurutnya, internet yang digunakan cepat adalah salah satu prasyarat penting agar Tanah Air mempunyai sistem sekolah yang digunakan inklusif dan adaptif terhadap teknologi.
“Menurut saya, satu hal yang sangat krusial, yaitu tolong internetnya dipercepat,” kata Ryan, dalam diskusi rakyat bertajuk “Pendidikan Indonesia: Menuju Tanah Air Emas atau Tanah Air Cemas?” yang mana dilakukan Putera Sampoerna Foundation, Kamis (15/5/2025).
Ia menambahkan, selama mengerjakan Jumbo, ia kerap kesulitan mengunggah data akibat kecepatan internet yang mana lambat.
“Saya pernah upload file besar ke server, tapi ujung-ujungnya harddisk-nya saya kirim pakai ojek. Nyampenya lebih besar cepat daripada upload,” ujar Ryan, sambil menegaskan bahwa hambatan konektivitas ini juga sangat dirasakan oleh tenaga pendidik lalu pelajar ke daerah.
“Bayangkan guru di dalam Bali ingin menjelaskan lewat video call ke siswa dalam Jakarta, tapi sinyal putus-putus. Bagaimana belajarnya?” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut,Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen RI, Maulani Mega Hapsari menyatakan digitalisasi pembelajaran berubah menjadi prioritas pemerintah. Ia menyampaikan percepatan infrastruktur dan juga pendampingan teknologi sedang diakselerasi, teristimewa melalui Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2025.
Diskusi ini pun berubah menjadi pengingat kualitas sekolah digital bukan belaka bergantung pada ketersediaan perangkat serta konten, tetapi juga pada kecepatan juga kesetaraan akses internet. Tanpa itu, perubahan struktural digital cuma akan dinikmati segelintir wilayah, kemudian meninggalkan sebagian besar Nusantara pada “zona cemas.”
Next Article Tak Heran Anak Finlandia Pintar-Pintar, Ini adalah 10 Rahasianya
Artikel ini disadur dari Sutradara Film ‘Jumbo’ ke Pemerintah: Tolong Internetnya Dipercepat











