Jakarta – Tubuh manusia diperlukan buang air kecil untuk membuang sisa metabolisme, racun, lalu cairan berlebih dari pada tubuh, menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit, dan juga sebagai bagian dari proses detoksifikasi alami.
Siapa sangka, air urine atau air kencing yang tersebut meninggalkan pada waktu berkemih dapat berubah menjadi sinyal bila muncul sesuatu yang tersebut tidak ada baik pada kesehatan.
Perubahan warna air kencing dapat terbentuk dikarenakan beraneka alasan serta biasanya melibatkan inovasi warna, bau atau konsistensi urine. Perubahan ini kerap kali tidaklah berbahaya lalu dapat disebabkan oleh pola makan atau obat-obatan. Namun, pembaharuan urine juga dapat disebabkan oleh status seperti infeksi saluran kemih, gagal hati, kemudian batu ginjal.
Warna urine yang tersebut normal biasanya berwarna kekuningan, mulai dari jaundice bening hingga agak jingga.
Mengutip Cleveland Clinic, banyak kondisi medis yang digunakan menyebabkan urine berubah warna atau tampak berbeda. Beberapa ke antaranya, yakni:
- Kencing berwarna merah (darah pada urine Anda) dapat berubah menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK), batu ginjal, atau di tindakan hukum yang tersebut jarang terjadi, kanker.
- Urine berwarna ungu kemerahan dapat menjadi tanda keracunan timbal atau merkuri.
- Urine berwarna seperti cola atau teh atau urin yang mana berbau dapat berubah jadi tanda penyakit ginjal.
- Urine berwarna jingga bisa jadi jadi pertanda hambatan pada hati atau saluran empedu.
- Urine kehijauan atau keruh bisa saja jadi pertanda ISK.
- Urine berwarna cokelat tua atau yang berbau seperti amonia dapat jadi pertanda gagal hati.
- Urine yang berbau manis bisa jadi jadi pertanda diabetes.
- Urine berbau apek bisa jadi jadi pertanda gangguan mental metabolisme.
Next Article Waspada, Sering Menahan Kencing Bisa Picu Ginjal Bengkak
Artikel ini disadur dari 8 Penyakit yang Gejalanya Bisa Diketahui dari Warna Air Kencing











